Kopilot Flydubai yang menyerang pilot menggunakan kapak dalam penerbangan dari Dubai ke Tel Aviv pernah dipecat dari maskapai nasional Oman, Oman Air, pada 2025 karena kekhawatiran mengenai dugaan pandangan ekstremis. Informasi ini disampaikan dua sumber yang mengetahui masalah tersebut dan pejabat Israel, dilansir CNN, Minggu (4/10/2026). Ia sempat bekerja di Oman Air selama tujuh tahun sebelum dipecat, lalu bergabung dengan Royal Air Maroc pada 2025 dan keluar pada 2026. Sumber 4 mencatat bahwa insiden ini memicu kekhawatiran mengenai pentingnya pemeriksaan latar belakang dalam industri penerbangan. Sumber 1 menyebutkan bahwa ia dipecat dari Oman Air setelah kekhawatiran akan keanggotaannya dalam kelompok radikal, lalu diberi peran lain di maskapai tersebut.
Co-Pilot Previously Fired Over Suspected Extremism
Menurut sumber, al-Hammami dipecat dari Oman Air karena kekhawatiran akan keanggotaannya dalam kelompok radikal. Ia kemudian bergabung dengan Royal Air Maroc, meskipun pelatihan yang dijalaninya selama tiga bulan pada 2025 tidak berujung pada perekrutan permanen. Sumber 1 juga menyebutkan bahwa profil LinkedIn atas nama al-Hammami, yang kini telah dihapus, menunjukkan riwayat kerja di Oman Air dan Royal Air Maroc. Pejabat Israel mengatakan al-Hammami “telah menjalani indoktrinasi radikal Islamis,” meskipun tidak ada penjelasan lebih lanjut. Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan tersangka diduga telah menjalani “indoktrinasi radikal Islamis,
kata sumber.
Attack Led to Emergency Diversion to Saudi Arabia
Dalam insiden tersebut, al-Hammami menyerang pilot kapten Smit Machchhar menggunakan kapak darurat, mencoba mengambil alih kendali pesawat. Penerbangan Flydubai FZ1073 menukik turun lebih dari 17.000 kaki (5.200 meter) sekitar dua setengah jam setelah lepas landas, memicu sinyal darurat. Sumber 2 mencatat bahwa pesawat akhirnya mendarat di Bandara Tabuk, Arab Saudi, setelah seorang penumpang menahan kopilot. Kapten Smit Machchhar, warga negara India, dirawat di rumah sakit setelah ditikam oleh kopilotnya di dalam pesawat,
kata sumber. Saya berjuang untuk menyelamatkan nyawa saya sendiri, tetapi pada saat yang sama saya tahu saya tidak akan membiarkan orang lain tewas,
tambah Machchhar. Hayoun, yang disebut bekerja sebagai tukang leding, memiting leher kopilot dan menyeretnya ke luar.
Background Checks Under Scrutiny
Insiden ini memicu pertanyaan tentang keefektifan pemeriksaan latar belakang pilot. Sumber 4 merujuk pada pernyataan pemerintah UEA yang menyelidiki motif insiden, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan aktivitas terorisme. Meski otoritas penerbangan UEA tidak merespons langsung, mantan pejabat FAA AS menyebut protokol penyaringan pilot di negara tersebut “sangat kuat.” Namun, para ahli menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan mental dan jejak digital calon pilot tetap menjadi tantangan. Pejabat Israel menyebut kopilot pesawat FlyDubai berusaha menjatuhkan pesawat setelah menusuk pilot pada Rabu (30/9/2026),
tulis Sumber 4. Otoritas Penerbangan Sipil Umum UEA tidak menjawab permintaan informasi soal prosedur penyaringan pilot.

Mysterious Pilots Assisted in Crisis
Laporan menyebut dua “pilot misterius” dari Afrika Selatan atau Selandia Baru yang mengambil alih kemudi pesawat setelah serangan. Sumber 3 mengungkap bahwa mereka dijadwalkan membawa pesawat kembali dari Tel Aviv ke Dubai sebagai bagian dari deadheading. Jaksa Agung UEA menyatakan insiden tersebut merupakan percobaan serangan teroris. Kopilot menyerang kapten pilot Smit Machchhar menggunakan kapak darurat dan berusaha mengambil alih pesawat,
kata Hamad Saif al-Shamsi. Penurunan pesawat sebesar 16.625 kaki (lebih dari 5 kilometer) dalam 30 detik menciptakan turbulensi hebat, dengan bagian kemudi arah di ekor pesawat Boeing 737 MAX 8 rontok.
More on Oman Air
Keep reading