Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni secara terbuka mengkritik pengacara Hotman Paris karena membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam pembelaannya terhadap mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah. Sahroni menegaskan bahwa Presiden Prabowo tidak berkenan namanya dikaitkan dengan proses hukum yang sedang berjalan di Kejaksaan Agung dan Polri, seraya menekankan komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi.
Kritik DPR Terhadap Strategi Hukum Hotman Paris
Ketegangan muncul setelah Hotman Paris, yang ditunjuk sebagai kuasa hukum Febrie Ardiansyah, menyebut kasus kliennya sebagai tindakan kriminalisasi. Dalam pernyataannya di Gedung Bundar Kejaksaan Agung pada Jumat (17/7/2026), Hotman mengaitkan pembelaannya dengan kedekatannya selama 25 tahun sebagai pengacara Prabowo Subianto. Hotman juga mengeklaim bahwa Febrie adalah sosok yang dibanggakan Presiden karena perannya dalam pengembalian aset negara senilai Rp 430 triliun, yang terdiri dari Rp 130 triliun kerugian negara dan Rp 300 triliun dari Satgas PKH.
Ahmad Sahroni merespons hal tersebut pada Minggu (19/7/2026) dengan menyatakan bahwa langkah Hotman yang menyeret nama Presiden tidaklah tepat. Menurut Sahroni, baik Polri maupun Kejaksaan Agung telah berkomitmen untuk menuntaskan kasus Febrie secara transparan dan adil. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo sejak awal memiliki komitmen tinggi terhadap pemberantasan korupsi dan tidak ingin namanya ditarik ke dalam pusaran kasus hukum tertentu.
Did You Know? Hotman Paris mengeklaim dirinya telah menjadi pengacara Prabowo Subianto selama 25 tahun, menangani berbagai perkara besar termasuk yang melibatkan adik Presiden, Hashim Djojohadikusumo.
Implikasi dan Langkah Hukum Selanjutnya
Frequently Asked Questions
Mengapa Ahmad Sahroni mengkritik Hotman Paris?
Sahroni mengkritik Hotman karena membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam pembelaan kasus Febrie Ardiansyah, yang menurut Sahroni tidak berkenan namanya diseret ke dalam proses hukum tersebut.
Apa alasan Hotman Paris membela Febrie Ardiansyah?
Hotman merasa miris melihat kondisi Febrie yang ia klaim sebagai sosok berprestasi dan kebanggaan Presiden karena berhasil menyelamatkan aset negara senilai total Rp 430 triliun.
Bagaimana komitmen institusi penegak hukum terhadap kasus ini?
Menurut Ahmad Sahroni, Polri dan Kejaksaan Agung telah berkomitmen sejak awal untuk mengusut dan menyelesaikan kasus Febrie Ardiansyah secara transparan dan seadil-adilnya.
Bagaimana menurut Anda mengenai batasan keterlibatan nama tokoh publik dalam proses hukum yang sedang berlangsung?
Keep reading