Houthi serang fasilitas Aramco di Riyadh dengan rudal

Kelompok Houthi di Yaman melancarkan serangan rudal balistik dan drone yang menyasar fasilitas perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco, di sebelah selatan Riyadh pada Sabtu, 3 Oktober 2026, seperti dilaporkan news.detik.com. Seorang wartawan AFP di lokasi melaporkan melihat kepulan asap dan kobaran api membubung dari fasilitas minyak raksasa tersebut setelah hantaman terjadi.

Operasi militer Yaman dan korban jiwa di 24 jam terakhir

Militer Yaman meluncurkan 474 operasi terhadap target-target Houthi di berbagai wilayah dalam kurun waktu 24 jam. Juru bicara militer Yaman, Majed Abdullah al-Nazili, menyatakan bahwa 1.540 anggota Houthi tewas atau terluka dalam gempuran yang melibatkan pesawat tempur, drone, artileri, dan rudal pada Jumat, 2 Oktober 2026, menurut catatan news.detik.com. Operasi tersebut menyasar titik kumpul, bala bantuan, serta pusat komando Houthi di wilayah Haradh, Kitaf, Al-Jawf, Marib, Al-Bayda, Lahj, Sanaa, Saada, dan Taiz.

Militer Yaman mengklaim operasi skala besar ini juga menghancurkan 216 kendaraan militer serta aset milik kelompok Houthi. Menurut al-Nazili, gempuran tersebut berhasil menghentikan kemajuan pasukan Houthi di front Taiz dan mencegah kelompok tersebut melakukan terobosan di lapangan.

TERKINI: Kobaran Api di Fasilitas Aramco Riyadh; Rudal Houthi Hantam Pusat Energi Arab Saudi? | T…

Persiapan operasi militer Saudi dan pertemuan pakta pertahanan

Arab Saudi tengah menyiapkan operasi militer baru terhadap kelompok Houthi di Yaman, dengan mempertimbangkan opsi serangan pesisir untuk mengamankan jalur pelayaran Laut Merah dan operasi serentak di sejumlah front, sebagaimana dilaporkan cnbcindonesia.com mengutip pejabat regional dan Barat. Pada Selasa, 29 September 2026, Mayor Jenderal Turki Al-Malki menyatakan bahwa stasiun distribusi listrik Taibah di Madinah turut menjadi sasaran serangan drone Houthi yang merusak satu transformator listrik, seperti dicatat oleh ANTARA News Jambi.

Di tengah eskalasi tersebut, pakta pertahanan trilateral antara Arab Saudi, Pakistan, dan Turki yang ditandatangani pada 7 Agustus 2026 mulai memasuki fase operasional, menurut laporan kompas.id. Kepala angkatan bersenjata ketiga negara—Jenderal Asim Munir dari Pakistan, Jenderal Fayyadh bin Hamed al-Ruwaili dari Arab Saudi, dan Jenderal Selçuk Bayraktaroğlu dari Turki—telah bertemu di Riyadh pada Minggu, 27 September 2026, guna memperkuat kerja sama intelijen dan koordinasi militer.

Houthi serang fasilitas Aramco di Riyadh dengan rudal
Foto: CNBC Indonesia

Perbandingan Respons Sekutu Regional:

Sementara cnbcindonesia.com melaporkan bahwa Amerika Serikat membantu Riyadh melalui penasihat militer dan intelijen untuk penentuan target, Presiden AS Donald Trump menolak permintaan dukungan militer langsung termasuk serangan udara. Di sisi lain, Ketua Parlemen Turki Numan Kurtulmus menyatakan di Ankara bahwa Perjanjian Mekkah tidak menargetkan Iran dan membuka peluang bagi negara Muslim lain untuk bergabung, seperti diberitakan idnfinancials.com.

Riyadh: Fire Erupts Near Saudi Aramco Facility Amid Houthi Attacks | FP Video

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Wilayah mana saja yang menjadi sasaran utama operasi militer Yaman terhadap Houthi?

Operasi militer tersebut mencakup wilayah Haradh, Kitaf, Al-Jawf, Marib, Al-Bayda, Lahj, Sanaa, Saada, dan Taiz, dengan fokus khusus pada front Taiz tempat sebagian besar korban dilaporkan jatuh.

Kapan pakta pertahanan trilateral Arab Saudi, Pakistan, dan Turki ditandatangani?

Pakta pertahanan trilateral tersebut ditandatangani pada 7 Agustus 2026, dan kepala angkatan bersenjata ketiga negara kemudian menggelar pertemuan di Riyadh pada 27 September 2026 untuk membahas integrasi kapabilitas militer.

Turki buka peluang Iran bergabung dalam pakta pertahanan
Foto: idnfinancials.com

Fasilitas apa saja di Arab Saudi yang dilaporkan diserang menjelang Oktober 2026?

Selain fasilitas perusahaan minyak Aramco di selatan Riyadh yang diserang pada 3 Oktober 2026, stasiun distribusi listrik Taibah di Madinah juga menjadi sasaran serangan drone pada 29 September 2026.

Saudi Arabia sebelumnya terlibat dalam perang saudara di Yaman sejak tahun 2015.

Fire Erupts Near Aramco Facility In Riyadh Amid Saudi-Houthi Tensions | APT