Boosting School Vocabulary: Making Ramadan a Month of Enrichment

by Chief Editor

Wamenag: Ada Wacana Liburkan Sekolah Selama Bulan Ramadhan

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo HR Muhammad Syafi’i mengakui ada wacana untuk menerapkan kebijakan libur sekolah selama satu bulan penuh pada bulan Ramadhan. Hal tersebut disampaikan Syafi’i saat ditanya soal kabar bahwa pemerintah bakal menerapkan kembali kebijakan yang sempat berlaku pada era Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu.

"Ya, sudah ada wacana," ujar Romo kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senin (30/12/2024).

Meski begitu, dia memastikan belum ada pembahasan lebih lanjut terkait dengan wacana tersebut, khususnya di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) RI.

"Oh kami belum bahas, tapi bacaanya kayaknya ada, tapi saya belum bahas itu," kata Syafi’i.

Penetapan libur sekolah selama bulan Ramadhan semakin mendekati kemungkinan realisasinya, meskipun belum ada kabar resmi dari pemerintah. Hal ini diharapkan dapat membantu siswa dan guru untuk lebih fokus pada ibadah dan berpuasa selama bulan suci ini.

Di sisi lain, Pemerintah telah menetapkan hari libur nasional melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) pada Senin (14/10/2024). SKB tersebut mencantumkan total 27 hari libur, terdiri dari 17 tanggal merah dalam rangka libur nasional dan 10 hari cuti bersama sepanjang 2025. Namun, tidak ada ketetapan mengenai libur nasional dalam rangka puasa Ramadhan 2025.

"Penetapan tanggal 1 Ramadhan 1446 Hijriah, Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, dan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Agama," tulis diktum kedua SKB 3 Menteri.

Penetapan libur sekolah selama bulan Ramadhan masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Beberapa pihak mendukung karena berpotensi membantu siswa dan guru untuk lebih fokus pada ibadah dan berpuasa, sementara yang lain mempertanyakan dampak negatif terhadap proses belajar-mengajar.

You may also like

Leave a Comment